Minggu, 28 Oktober 2018

Rinduu .....

29Oktober 2018; 10.00am

Pagi ini begitu terlihat sejuk, iya sesejuk hati ku saat ini ....

5th berlalu tapi rasa kebencian itu terus hadir didalam kehidupanku ...
Ya Allah maafkan diriku yg tidak pernah tulus untuk memaafkan dia, dia yang telah mengecewakanku, dia yang telah membuat aku semakin terpuruk tapi dibalik itu semua aku semakin kuat untuk menghadapi setiap masalah ...

pagi ini aku dapat jawaban dari setiap rasa kebencianku yang tidak pernah hilang, aku pernah meminta kepada sang pencipta "Ya Allah ijinkan aku sekali lagi untuk bahagia ..."  tapi Allah berkata lain, Allah terus mengujiku... Allah terus mematahkan hatiku, mungkin Allah akan menggantikan dengan yang lebih indah dari hari2 kemarin...

Sungguh menyakitkan saat kita membenci sesuatu, apalagi jika ternyata kita membenci orang yang harus kita sayangi ."Lantas bagaimana mengatasinya, setelah bertahun tahun kebencian itu mengendap diseluruh tubuh kita ? Bagaimana cara kita membersihkan itu semua ? Ada 3 bagian yang tidak akan terpisahkan satu sama lain, pahami ketiga bagian ini, pikirkan dengan baik, semoga kamu mempunyai lampu terang. mungkin masih kecil menyala lampunya. Tapi percayalah, sepanjang kau mau membesarkan nyala lampu itu, dia cukup memberikan petunjuk bagi kau esok lusa."

"Bagian pertama : ketahuilah kita sebenarnya sedang membenci diri saat kita membenci orang lain. Ketika ada orang jahat, membuat kerusakan di muka bumi apakah Allah langsung mengirimkan petir untuk menyambar orang itu ? Nyatanya tidak. Bahkan dalam beberapa kasus, orang orang itu diberkan begitu banyak kemudahan, jalan hidupnya terbuka lebar. Kenapa menangguhkannya ? Itu hal mutlak Allah. Karena keadilan Allah selalu mengambil bentuk terbaiknya, yang kita tidak selalu paham."
"Ada orang-orang yang kita benci. Ada pula orang-orang yang kita sukai. Hilir-mudik datang dalam kehidupan kita. Tapi apakah kita berhak membenci orang lain ? Sedangkan Allah sendiri tidak mengirimkan segera? Misalnya pada dia yang kamu benci, seolah tiada nampak hukuman di muka bumi baginya. Kita tidak ada yang tahu jawabannya. Tapi coba pikirkan hal ini. Pikirkan dalam-dalam, kenapa kita harus benci ? Kenapa ? Padahal kita bisa saja mengatur hati kita, bilang saya tidak akan membencinya. Toh itu hati kita sendiri. Kita berkuasa penuh mengaturnya. Kenapa kita tetap memutuskan membenci ? Boleh jadi, saat kita membenci orang lain sebenarnya sedang membenci diri kita sendiri."
Kenapa kamu memilih membenci ? Sedangkan orang lain memilih berdamai dengan situasi disekitarnya? Pikirkanlah!"

"Bagian kedua: terkait dengan berdamai tadi. Ketahuilah, saat kita memutuskan memaafkan seseorang, itu bukan  persoalan apakah orang itu salah, dan kita benar. Apakah orang itu memang jahat atau aniaya. Bukan ! Kita memutuskan memaafkan seseorang karena kita berhak atas kedamaian didalam hati."
"Sungguh kita berhak atas kedamaian didalam hati. Maafkanlah dia, hanya dengan itu kita bisa mendapatkan kedamaian. Dalam agama kita banyak sekali perintah agar kita senantiasa memaafkan. Ditulis indah dalam kitab suci, diwasiatkan langsung oleh Nabi. Keburukan bisa dibalas dengan keburukan, tapi sungguh besar balasan Allah, jika kita memilih memaafkan. Lihatlah bahkan Allah tidak mengirim petir untuk dia karena boleh jadi, Allah masih memberikan maaf di dunia ini dan menangguhkan hukuman. Kamu berhak atas kedamaian di hatimu. Maafkanlah dia...."

"Bagian ketiga: bagian terakhir yang sangat penting karna kamu punya sifat keras kepala, tidak mudah menyerah dan selalu menyimpan sendirian semuanya. Maka ketahuilah, kesalahan itu ibarat halaman kosong. Tiba-tiba ada yang mencoretnya dengan keliru. Kita bisa memaafkannya dengan menghapus tulisan tersebut, baik dengan penghapus biasa, dengan penghapus canggih atau dengan apapun. Tapi tetap tersisa bekasnya. Tidak akan hilang. Agar semuanya benar-benar bersih, hanya satu jalan keluarnya, bukalah lembaran kertas baru yang benar-benar kosong."
"Buka lembaran baru, tutup lembaran yang pernah tercoret. Jangan diungkit-ungkit lagi. Jangan ada tapi, tapi, dan tapi. Tutup lembaran tidak menyenangkan itu. Apakah mudah melakukannya? Tidak mudah. Tapi jika kamu sungguh-sungguh, jika kamu berniat teguh, kamu pasti bisa melakukannya. Mulailah hari ini. Mulailah detik ini Berpuluh tahun kamu terlamba melakukannya, berpuluh tahun kamu justru hanya membolak-balik halaman itu dan tidak pernah maju. Hari ini berjanjilah kamu akan menutup lembaran lama itu. Mulai membuka lembaran baru yang benar-benar kosong. Butuh waktu untuk melakukannya. 



Semoga kelak aku bisa mewujudkan kebahagiaan yang sesungguhnyaa.....